Tuesday, April 25, 2023

RAMADHAN 1444 H

 Ditahun 2023 M ini atau tepatnya 1444 Hijriyah, merupakan hal yang sangat bahagia sekali, dimana setelah Pandemi di tahun 2019-2022 melanda seluruh dunia, tahun ini semua berjalan normal. Semoga Allah selalu memberikan perlindungan bagi kita semua, Dengan banyaknya pembatasan yang terjadi disaat pandemi, membuat aktivitas kita semua menjadi sangat terbatas. beruntung tahun ini 2023 semua yang dulu dibatasi bahkan dilarang sekarang diperboehkan.

Kita semua perlu menyadari bahwa Rahmat Allah sangatlah penting bagi seluruh Alam, karena tanpa rahmat Nya kita semua tidak akan bisa mendapatkan kebaikan yang hakiki dari Allah SWT. SYukur atas NIkmat dan Rahmat inilah yang perlu terus kita lakukan. Kekayaan di dunia ini tak sebanding denga Rahmat Alaah SWT.

Mari kita terus bersujud Kepada Allah SWT agar dihari akhir nanti kita mendapat rahmat dari Allah kkarena sujud kita selama di dunia. Stop putus asa lanjutkan semanat luar biasa menjemput Rho Lillaahitaala


Friday, May 27, 2016

Marhaban Yaa Ramadhan

Setelah Nifsu Syaban, maka Ramadhan akan datang... pintu Surga dibuka lebar-lebar... Beramal, melakukan semua kegiatan sangat ringan dan pahala berlipat ganda. Dan tentunya lebih mudah Ingat Selalu kepada ALLAH SWT

Bulan Ramadhan merupakan bulan untuk melaksanakan rukun iman yang ke-3 yaitu menjalankan puasa. Dengan menahan haus, lapar, dan hawa nafsu. Puasa wajib bagi seorang Muslim/Muslimah yang telah baligh atau dewasa. Allah SWT berfirman, "Katakanlah (wahai Muhammad SAW) Dengan Datang-nya Anugerah Allah Dan Rahmat-Nya, Maka Dengan Itu Hendaknya Mereka Bergembira" (QS Yunus 58)

Thursday, June 25, 2015

SHOLAT DHUHA DAN MANFAATNYA

Kali ini admin ingin mengajakan sholat sunnah yang bermanfaat sekali bagi muslim apalagi di bulan Ramadhan seperti sekarang ini. Mungkin banyak yang belum tahu bagaimana, apa dan semua tentang sholat Dhuha hmmm apa ya... oke .... berikut keterangan Sholat Dhuha dan manfaat bagi diri kita antara lain :

1. Olahraga Tanpa di Sadari
Penjelasannya sendiri adalah sholat dhuha dilakukan pada saat masih pagi hari yaitu sekitar pukul 07.00 (matahari sudah mulai meninggi) sampai dengan menjelang dhuhur, dan diwaktu tersebut merupakan waktu yang sangat baik untuk berolahraga, oleh karena itu melakukan sholat dhuha sama saja dengan berolahraga karena nantinya bisa dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan tulang serta otot karena setiap persendian bergerak, mulai dari tangan, siku sampai dengan lutut dan kaki. Manfaat gerakan sholat memang dapat memberikan efek olahraga tanpa di sadari.

2. Melancarkan peredaran darah
Sholat dhuha membantu untuk melancarkan peredaran darah yang ada di dalam tubuh manusia karena semua pergerakan dalam sholat dhuha sangat lengkap. Mulai dari mengangkat kedua tangan, membungkuk saat gerakan rukuk, kemudian juga gerakan sujud yang mana kepala berada lebih rendah dibandingkan badan dan darah tersebut juga mengalir ke kepala kemudian pada saat duduk aliran darah dinormalkan kembali.

3. Menormalkan Produksi Hormon
Selain itu juga sangat bermanfaat untuk menormalkan produksi hormon yang ada di dalam tubuh. Jadi sholat dhuha memang sangat bermanfaat dan efektif untuk menjaga kesehatan tubuh, baik untuk bagian tubuh, organ tubuh sampai dengan beberapa cairan dan juga hormone dalam tubuh.

Manfaat Sholat Dhuha untuk Rohani

Tuesday, June 16, 2015

MANFAAT SHOLAT BAGI TUBUH

Bagaimana agar terus ingat Allah... ya Dirikanlah sholat...... SHALAT sebenarnya bermanfaat bagi kesehatan tubuh baik jasmani maupun rohani. Shalat adalah santapan bagi jasmani dan akal secara bersamaan, memberikan kekuatan yang diperlukan muslim untuk melaksanakan berbagai pekerjaan, serta merupakan pencegahan dan pengobatan.

Diantara manfaat shalat bagi jasmani adalah :
1. MEMPERBAIKI FUNGSI JANTUNG.
2. MEMPERLEBAR PEMBULUH-PEMBULUH DARAH, SARAF DAN MEREFRESHING SEL-SEL.
3. MENGAKTIFKAN ALAT PENCERNAAN DAN MENGATASI SUSAH BUANG AIR BESAR.
4. MENINGKATKAN KEKEBALAN TUBUH TERHADAP BERBAGAI PENYAKIT DAN PERADANGAN PADA PERSENDIAN.
5. MENGHILANGKAN KETEGANGAN DAN PENGERINGAN PADA OTOT DAN PERSENDIAN, MEMPERKUAT JARINGAN DAN MENINGKATKAN KELENTURANNYA.
6. MEMBERIKAN KECEKATAN PADA TUBUH DAN FIKIRAN

Lainnya tambah banyak Nah lebih detil lagi sebagai berikut :

TAKBIRATUL IHRAM
Posisi: Badan berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah.
Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

Wednesday, June 4, 2014

Merasa Mampu

Hanya dalam hitungan tahun, tak sampai abad, Islam, sejak Rasulullah SAW sampai Khalifah Utsman bin Affan, menyebar dengan dasyatnya. Tak hanya ajaran tauhidnya, tapi juga wilayah kekuasaannya.

Seorang ilmuwan muslim pernah melakukan penelitian masalah ini, Prof. Hamidullah, dalam kitabnya yang berjudul 'al-Watha'iq as Siyahsiyya' melacaknya dengan sangat detil. Pada masa Rasulullah SAW, , daerah yang dikuasai Islam tak kurang dari 1 juta mil persegi. Sedangkan Khalifah Abu Bakar ra., menambah perluasan sekitar 200.000 mil persegi. Perluasan besar-besaran terjadi pada masa Khalifah Umar bin Khattab yang menambah wilayah seluas 1.500.000 mil persegi. Sedangkan di masa Khalifah Utsman bin Affan ra., penambahannya sekitar 800.000 mil persegi

Sejarah mencatat, ketika kekuasaan justru begitu besar, Umar bin Khattab justru begitu takut. Bukan takut akan kehilangan kekuasaannya, tapi takut pada Allah SWT, yang kelak, pasti meminta pertanggung-jawaban setiap manusia. Suatu kali, Umar bin Khattab berkata pada dirinya sendiri, "Aku sungguh begitu takut. Tanah ini begitu luas, dan yang aku takutkan adalah pertanggung jawaban yang tak mampu aku berikan. Bagaimana jika seekor unta tersesat di wilayah ini, sampai ia kelaparan dan mati. Niscaya, Umar akan diminta jawaban di hari nanti", demikian Umar member arti tanggung jawab pada dirinya.

Umar bin Khattab telah memberikan pelajaran berharga pada sejarah. la, tak hanya 'merasa mampu', tapi juga mampu 'merasa'. Kadang banyak dari kita terlalu merasa mampu. Pada satu titik, tentu saja dorongan ini memberikan tenaga positif untuk menghasilkan sebuah karya, sebuah manfaat untuk umat. Tapi, pada banyak peristiwa, terlebih pada sejarah kekuasaan, merasa mampu telah membawa kehancuran yang demikian besar. Tak Hanya kehancuran untuk para pemimpin, tapi juga kehancuran untuk yang dipimpin.

Ketika merasa mampu telah mendorninasi, kepekaan dan kemampuan 'merasa' akan menjadi tumpul, tanggung jawab besar telah dihancurkan. Alih-alih manfaat, justru mudharat yang akan dihasilkan. Tiga kombinasi besar selalu dibutuhkan orang-orang besar. Kemampuan mendengar, kemampuan melihat jauh ke depan serta kemampuan untuk merasakan tanda tanda. Sebuah kepekaan, yang menjaga nurani tetap hidup dan selalu membisikkan kebaikan, juga kebenaran. Dan kita, wajib menjadikan ketiganya sebagai bekal.

Friday, May 30, 2014

RAHASIA AIR

Bila kita renungkan berpuluh ayat dalam Al-Qur'an yang berbicara tentang air, kita akan tersentak bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala rupanya selalu menarik perhatian kita kepada air. Air tidak sekedar benda mati, tapi menyimpan kekuatan, daya rekam, daya penyembuh, dan sifat-sitat ajaiblain.

DR Masaru Emoto Universitas Yokohama Jepang, pada Maret 2005 lalu telah melakukan sebuah penelitian. Hasilnya? Ternyata air bisa "mendengar" kata-kata, bisa "membaca" tulisan dan bisa "mengerti" pesan. Dalam bukunya, The Hidden Message in Water (Pesan tersembunyi di dalam Air), Masaru Emoto menguraikan bahwa air bersifat bisa merekam pesan, seperti magnetic atau compact disk.

Suatu peristiwa ganjil dan aneh pernah terjadi pada masa Amru bin Ash Radhtyallahu ‘anhu ketika menjadi Gubernur Mesir. Sungai Nil yang menjadi urat nadi kehidupan penduduk Mesir mulai surut. Airnya tidak melimpah-limpah seperti biasa. Peristiwa ini amat mencemaskan penduduk

Warga mengusulkan kepada Gubernur agar, melakukan ritual jahiliyah, yakni dengan mengorbankan anak gadis sebagai persembahan kepada Dewa Sungai Nil, agar air kembali ke sedia kala. Namun Amru keberatan, karena adat ini kurafat dan syirik. Gubernur meminta waktu dan mengirim surat kepada Khalifah dan Umar bin Khatthab. Ketika menerima surat balasan, betapa gembira Amru. Namun betapa terkejutnya, karena surat itu tidak ditujukan padanya, melainkan untuk Sungai Nil. Setelah membacanya Amru pun mencampakkan surat itu ke dalam sungai sebagaimana perintah Khalifah.

Dengan kekuasaan Allah, setelah surat itu jatuh ke dalam sungai Nil, dalam sekejap mata airnya mulai naik dan melimpah ruah. Kejadian aneh ini disaksikan sendiri oleh penduduk Mesir. Semenjak hari itu, iman mereka mulai teguh dan tidak mengamalkan adat jahiliyah.

Apa isi surat Khalifah Umar ?
“surat ini dikirimkan oleh Umar, Amirul-Mu’minin, kepada sungai Nil. Kalaulah air yang mengalir pada tubuhmu itu bukan dari kuasa Allah, maka kami tidak memerlukan engkau! Tetapi kami percaya Allah itu Maha Kuasa dan kepada-Nya lah kami bermohon supaya engkau mengalir seperti sedia kala.”

Menundukkan Mata dari Dunia

Tekad Malin Kundang sudah bulat. Dia ingin menggapai sukses gemilang di ibukota, Dari anak kampung yang miskin, dia ingin menjadi orang yang berlimpah kekayaan dunia. Tapi sayang, tekad itu membuatnya gelap mata. Dia melupakan temannya, menyingkirkan keluarganya dan tidak mengakui ibunya.

Malin memang sudah mabuk dunia. Dia mungkin tidak mendengarkan wasiat yang pernah disampaikan Yahya bin Mu'adz: "Dunia itu anaknya setan. Siapa yang mabuk karenanya, ia tidak akan sadar kecuali setelah berada di tengah kumpulan orang-orang mati, dalam keadaan menyesal di antara orang-orang yang rugi."

Keindahan dan kemegahan yang ditawarkan dunia memang menggoda. Tapi sesungguhnya keindahan itu tidak lebih baik dari sebuah fatamorgana yang kelak hilang bersama hembusan nafas terakhir manusia. Dia dicari tapi tidak pernah abadi. Dunia hanyalah perhiasan hidup yang dipenuhi dengan tipu daya, kelalaian dan permainan.

Tapi sekali lagi, siapa yang bisa menahan dirinya dari kelezatan harta, tahta dan birahi yang begitu menggoda? Jawabnya, tidak seorang pun bisa.

Materi duniawi memang kerap membuat insan takabbur (sombong) dan membusungkan dada. Kesombongannya ini tidak hanya menumpulkan indra sosialnya (satu indra penting agar orang ringan tangan membantu sesama) tapi juga menggiring hati ke arah kekufuran.

Gejala kejar-kejaran harta dengan beragam modus yang tidak lagi mengindahkan azas kebenaran apalagi kebaikan. Saat harga minyak mentah melonjak naik, segelintir pekerja minyak/BBM dan orang Indonesia lain menyelundupkan bahan bakar ini dengan cara-cara yang keji. Di saat harga sembako melangit para pengusaha lebih senang menimbunnya, berharap keuntungan yang berlimpah. Sungguh suatu upaya yang penuh tipu daya, kelalaian dan permainan.

Di era yang serba tidak menentu ini, tidak ada kebaikan yang bisa diraih dengan mudah. Ketika mengejar kebaikan dunia, manusia dihadang oleh kemegahan dan keindahannya sehingga orang kaya menjadi bakhil, orang pintar menjadi sesat dan orang berkuasa menjadi lalim.

Apalagi dengan kebaikan akhirat. Surga akhirat yang tidak pernah terbayang oleh akal itu, sering dianggap mimpi yang sia-sia. Orang-orang pun berusaha menghapus mimpi itu dari memori otaknya dan memfokuskan diri dalam meraih surga dunia.

Tuesday, February 11, 2014

Adaptasi

Salah satu kelebihan manusia dari makhluk Allah SWT lainnya selain akal adalah kemampuannya beradaptasi. Kemampuan ini membuat manusia mampu survive: Adaptasi bisa dilakukan dengan baik, justru karena kemampuan memahami lingkungan, karena kemampuan akalnya untuk menyelaraskan diri.

Hewan, betapapun besar tubuhnya tetap dibatasi oleh kemampuannya. Dinosaurus musnah karena tidak mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungannya. Unta yang berjuluk "Bahtera padang pasir"., jika masuk 'kebun binatang di Indonesia harus disesuaikan alamnya. Demikian pula penguin dan hewan kutub lainnya.Kalau tidak beradaptasi , mereka akan segera punah..

Adaptasi, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), edisi kedua, terbitan Balai ,Pustaka, mempunyai arti "Penyesuaian terhadap lingkungan, pekerjaan dan pelajaran. Adaptasi kebudayaan berarti, "perubahan dalam unsur-unsur kebudayaan yang menyebabkan unsur-unsur itu dapat berfungsi lebih baik bagi manusia yang mendukungnya."

Sementara itu, adaptasi sosial berarti "Proses perubahan dan akibatnya pada seseorang dalam suatu kelompok social sehingga orang itu dapat hidup atau berfungsi lebih baik di lingkungannya.." Beradaptasi adalah menyesuaikan diri, dalam hal ini KKBI menulis kalimat contohnya; manusia adalah makhiuk yang paling mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungannya.

Dengan kemampuannya, manusia membuat jaket, pakaian hangat, sepatu dan tongkat, sehingga mampu menaklukkan gunung es. Dengan kemampuan akalnya, manusia bisa menembus jauh ke dasar lauatan. Tapi coba lihat, hewan kutub yang dipindahkan ke kebun binatang, dari tahun ke tahun tetap saja harus disesuaikan alamnya. Dia sangat bergantung

Dengan iklim itu. Kemampuan memahami lingkungan memang menentukan survive tidaknya individu bersangkutan. Salah memetakan, bisa tersesat. Apa jadinya jika ada orang yang mengira hidup di kutub, Padahal dia berada di gurun?" .

Batas Kesabaran

Orang bilang, "sabar ada batasnya", "habis kesabaranku", "sesabar-sabarnya orang, akhirnya tak tahan juga". Kalimat ini sering diucapkan orang untuk menunjukkan kemarahannya karena sudah tidak bisa bersabar lagi. Dimanakah sebenarnya batas habis kesabaran yang dibenarkan dalam Islam? Ataukah yang demikian itu dibenarkan dalam Islam.

Saat Rasulullah SAW. marah mendapatkan kekeliruan besar yang dilakukan oleh sebagian sahabat, apakah berarti beliau telah kehabisan kesabarannya? Tentu saja tidak. Begitu pula ketika beliau harus bangkit melakukan perlawanan terhadap musuh atas izin dan perintah Allah SWT. Justru hal itu merupakan salah saru bentuk pendidikan kesabaran yang paling bernilal

Bersabar untuk marah, atau marah dalam kesabaran adalah perkara yang tidak mudah. Umumnya orang marah karena memperturutkan hawa nafsu. Tetapi tidak demikian dengan yang dilakukan Nabi SAW dan yang beliau perintahkan kepada umatnya, Itulah yang disebut marah karena Allah, bukan karena memperturutkan hawa nafsu. Marah demikian adalah beban yang hanya akan terlaksana jika dilakukan dengan sabar.

Seorang muslim yang tidak lagi marah melihat kemusyrikan, dan kemaksiatan merajalela di muka bumi, sedikimya merupakan orang yang tidak punya kecemburuan terhadap Islam. Dan ia termasuk orang yang tidak memiliki kesabaran untuk marah terhadap kemunkaran tersebut.

Sabar sesungguhnya merupakan salah satu ajaran Islam yang agung, tetapi berat. Apapun bentuknya, baik bersabar untuk marah, bersabar menahan amarah, bersabar untuk selalu istiqamah menapaki ajaran Islam sesuai dengan sunnah Nabi SAW. dan para sahabat, bersabar untuk tidak tergesa-gesa, bersabar untuk tidak menyimpang, bersabar untuk menjauhi larangan , maupun bersabar untuk menerima musibah dari Allah. Semuanya merupakan perkara yang berat.

Itulah sebabnya, orang-orang yang sabar pasti selalu disertai Allah. Firman-Nya: "Dan bersabarlah, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al-Anfal:40) Sabar memang mempunyai kedudukan yang tinggi dalam Islam. Yang jelas, sabar dalam Islam tidak terbatas. Simpul yang harus kita ikatkan pada diri setiap muslim bahwa batas kesabaran itu tidaklah bertepi.(afa)

Tuesday, February 4, 2014

WAKTU

Sejarah tak selamanya harus kisah-kisah besar, heroik dan mengagumkan. Bisa saja hanya sejarah lokal, yang beredar di antara penduduk sebuah kota kecil. Bisa pula sejarah yang lebih kecil, yang cukup dikenang untuk anak cucu di kemudian hari. Tapi sungguh, mencipta sejarah harus dipikirkan.

Hidup bukanlah rangkaian waktu yang terjadi begitu saja. Dari tiada, lalu lahir, besar, tua, dan hilang, Sungguh, tak seperti itu yang terjadi sebenarnya. Kita akan ditanyatentangwaktu-waktu yang telah berlalu dalam bidup ini. Ditanya oleh yang punya waktu , kemana saja waktu dihabiskan dan pergi.


Waktu adalah pedang, begitu kata pepatah Arab. Tapi sekali lagi, meski waktu adalah pedang, tak pernah kita punya perasaan bahwa sewaktu-waktu kitabisaterpenggal. Kita masih banyak menjalani waktu tanpa rencana. Kita masih banyak menjalani waktu tanpa rencana. Kita masih menghabiskan waktu tanpa kesadaran mencipta sejarah. Kita menjalani waktu seolah, kita lahir, besar, lalu tua dan mati, hilang tanpa dituntut pertanggungjawaban.

Waktu akan terus mengapung dalam ruang hidup, meminta jawab dan selalu mengajukan pertanyaan. Sungguh, kita tak diajarkan untuk menjalani hidup apa adanya. Rasul merancang hidupnya. Rasul merancang dakwahnya. Rasul merancang sejarahnya. Begitu juga dengan sahabat dan uswah teladan lainnya. Hidup mereka tidak mengalir begitu saja. Mereka memikirkan, apa yang akan terjadi pada waktu yang akan datang dan peran apa yang harus mereka mainkan.

Peranan dalam sejarah harus kita tentukan. Kita tak bisa lagi membiarkan waktu berlalu tanpa peran dan jejak-jejak kaki kita mencipta sejarah. Tentu saja sejarah yang cemerlang, yang diingat dan dituturkan dengan bangga atau riang. Bukan sejarah yang diceritakan dengan mengenang segala keburukan.

Dan untuk itu, hanya ada satu cara membangunnya. Seperti kataNabi, kita harus menjadikan tahun ini lebih baik dari tahun kemarin. Bulan ini harus lebih baik dari bulan kemarin. Hari ini harus lebih cemerlang dari hari kemarin. Jika tidak, bukan saja kita telah hidup dengan sia-sia, tapi kita juga telah dirajam oleh waktu. Dipenggal berkali-kali oleh pedang yang selalu siap mengancam.

Wednesday, January 8, 2014

TAHUN BARU MASEHI

Apakah kalian tahu Sejarah TAhun Baru Masehi yang baru saja dirayakan orang diseluruh Dunia yang menghabiskan dana tidak sedikit ? terkadang ,kita juga ikut-ikutan merayakannya .... ok berikut sekilas ceritanya :

“Penguasa Romawi Julius Caesar menetapkan 1 Januari sebagai hari permulaan tahun baru semenjak abad ke 46 SM. Orang Romawi mempersembahkan hari ini (1 Januari) kepada Janus, dewa segala gerbang, pintu-pintu, dan permulaan (waktu). Bulan Januari diambil dari nama Janus sendiri, yaitu dewa yang memiliki dua wajah – sebuah wajahnya menghadap ke (masa) depan dan sebuahnya lagi menghadap ke (masa) lalu.”,

Perayaan Tahun di beberapa Negara terkait dengan Ritual Keagamaan

Tradisi perayaan tahun baru di beberapa negara terkait dengan ritual keagamaan atau kepercayaan mereka—yang tentu saja sangat bertentangan dengan Islam. Contohnya di Brazil. Pada tengah malam setiap tanggal 1 Januari, orang-orang Brazil berbondong-bondong menuju pantai dengan pakaian putih bersih. Mereka menaburkan bunga di laut, mengubur mangga, pepaya dan semangka di pasir pantai sebagai tanda penghormatan terhadap sang dewa Lemanja—Dewa laut yang terkenal dalam legenda negara Brazil.

Kalau orang Jerman, jika mereka makan sisa hidangan pesta perayaan New Year’s Eve di tanggal 1 Januari, mereka percaya tidak akan kekurangan pangan selama setahun penuh. Bagi orang kristen yang mayoritas menghuni belahan benua Eropa , tahun baru masehi dikaitkan dengan kelahiran Yesus Kristus atau Isa al-Masih, sehingga agama Kristen sering disebut agama Masehi. Masa sebelum Yesus lahir pun disebut tahun Sebelum Masehi (SM) dan sesudah Yesus lahir disebut tahun Masehi.

Bagi orang Persia yang beragama Majūsî (penyembah api), menjadikan tanggal 1 Januari sebagai hari raya mereka yang dikenal dengan hari Nairuz atau Nurus. Penyebab mereka menjadikan hari tersebut sebagai hari raya adalah, ketika Raja mereka, ‘Tumarat’ wafat, ia digantikan oleh seorang yang bernama ‘Jamsyad’, yang ketika dia naik tahta ia merubah namanya menjadi ‘Nairuz’ pada awal tahun. ‘Nairuz’ sendiri berarti tahun baru. Kaum Majūsî juga meyakini, bahwa pada tahun baru itulah, Tuhan menciptakan cahaya sehingga memiliki kedudukan tinggi.

Bagaimana sikap kita? Setelah kita mengetahui bahwa tradisi Perayaan 1 januari merupakan Perayaan yang terkait dengan ritual keagamaan dan budaya dari kufar ,dan adanya larangan untuk menyerupai sebuah kaum. maka sebaiknya kita tidak perlu ikut ikutan merayakannya apalagi meniru budaya dari kaum kufar.

Ingat Firman Allah yang artinya :
" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan"

Tuesday, November 5, 2013

HIJRAH : TOLOK UKUR KEIMANAN

Menyambut Tahun Baru Islam 1435 H admin Ingat Allah ingin mengurai kembali masalah Tahun baru Islam ini... an apa saja perjuangan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. berikut Oleh: Ust. Drs. Misbah Lc.

Telah terbit bulan purnama. Cahayanya menerangi kita dari celah bebukitan. Wajiblah kita bersyukur atas ajakannya kepada Allah. Wahai orangyang diutus kepada kami. 
Kau datang membawa perintah yang ditaati.

Syair yang mengharukan itu menyambut kedatangan ' Rasulullah SAW. danAbuBakar ketika keduanya tiba di Madinah. Penduduk kota ini memenuhi jalan yang dilalui Rasulullah SAW sambil mendendangkan syair suka cita atas kehadiran manusia agung yang mereka tunggu sejak lama itu.

Sementara takbir membahana, menandai terbentuknya sebuah masyarakat di atas pondasi tauhid yang kokoh. Pilar-pilar cinta kasih dan persaudaraan menjadi penyangga utama pembangunan Madinah al-Munawarah (Negara peradaban yang berlimpah cahaya indah)

Begitu lama keutuhan wilayah ini terkoyak oleh ashabiyah (fanatisme golongan). Kabilah Aus dan Khazraj telah lelah saling membunuh demi kebanggaan sempit dan tak jelas juntrungannya.

Perjalanan kaum Muhajirin dari Mekkah ke Madinah bukan sesuatu yang menyenangkan. Hampir sepuluh hari lamanya mereka mengarungi padang pasir di.bawah sengatan matahari. Bebukitan batu yang membara dan lembah-lembah yang dihuni suku-suku primitif mereka linntasi. Karena belum mengenal hokum tak jarang suku-suku tersebut merampas harta benda para musafir yang melewati wilayahnya.

Kaum Muhajirin bukannnya tak peduli dengan tanah kelahiran, keluarga dan kaum kerabat. Tapi mereka rela meninggalkan semua itu demi mempertahankan aqidah. Meski untuk itu mereka juga harus meninggalkan harta benda yang teiah mereka kumpulkan dengan susah payah.

Abu Bakar Shiddiq misalnya. Saat mengawal Rasulullah SAW, ia hanya membawa 5000 dinar. Tak ada harta tersisa untuk keluarganya yang masih tinggal di Mekkah, Hampir seiuruh hasil perdagangannya ia infakkan untuk keperluan dakwah dan rnemetdekakan hamba sahaya yang telah beriman.

TEGAR DALAM DAKWAH

Oleh : KH.Thabrani

Wahai Paman. Demi Allah, andai saja mereka menaruh matahari di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku, agar aku meninggalkan pekerjaan (dakwah) ini, tiadalah aku hendak meninggalkannya, sampai aku berhasil, atau tewas dalam menunaikannya. 
(KarakteristikPerihidup 60 sahabat Rasulullah SAW, hal.29)

Demikian Rasulullah SAW menyatakan sikapnya ketika Abu Thalib menyampaikan tawaran kaum kafir Quraisy agar Rasulullah SAW meninggalkan dakwahnya. Abu Thalib sangat disegani di kaiangan kafir Quraisy. Karena itu, mereka merasa upaya melobi Abu Thalib agar melaraag Muhammad berdakwah lagi adalah langkah yang tepat.

Alangkah sedihnya Rasuiullah SAW. Temyata, orang yang selama ini selalu melindunginya, Abu Thalib tak bersedia atau tak mampu lagi menghadapi tekanan kaum kafir Quraisy. Tapi semangat Rasuiullah SAW untuk terus berjuang di jalan Allah SWT tidak pernah surut. Rasulullah SAW tetap akan meleburkan dirinya dalam dakwah walaupun seluruh makluk di jagad ini tidak suka.

Maka bujukan sang paman sedikitpun tidak menggoyahkan imannya. Rasul sangat yakin, kendatipun pamannya tidak mau lagi melindunginya, maka Allah SWT pasti akan melindunginya Karena Allah pasti akan menolong orang-orang yang menolong agama-Nya. (lihat QS.47:7) Dakwah adalah perjalanan panjang dan tak akan berhenti selama masih ada kehidupan di muka bumi ini. Dakwah Rasul diteruskan oleh para sahabat, para tabiin dan tabi'it-tabi'in, bahkan sampai detik ini. Jalan inilah yang senantiasa didambakan oleh orang-orang yang memproklamirkan dirinya berimaii. Jalan Allah SWT dan Rasul-Nya. Jalan yang mengantarkan para pengikutnya kepada surga yang indah.

Karena jalan inilah, Rasulullah SAW dan para sahabatnya rela meninggalkan negeri tercinta (Makkah) yang mayoritas penduduknya ajaran yang dibawanya. Hijrahlah Rasul dan para sahabatnya dari Makkah ke kota Madinah . Mereka meninggalkan Makkah bukanlah berarti tidak mencintai Makkah, ini tercermin dari ungkapan kerinduan Rasul:"O, Makkah, engkaulah negeri yang aku cintai. Andaikan penghunimu tidak mengusirku, tentu aku tidak akan pergi (meninggalkanmu)." Jalan dakwah memang penuh onak dan duri. Penuh dengan tantangan, baik dalam maupun dari luar. Rasulullah SAW mengalami tekanan dan teror bukan hanya dari luar, tapi juga dari keluarganya sendiri.

Abu Jahal dan Lahab, musuh besar Rasulullah SAW adalah pamaa beliau sendiri. Tekanan serapa dialami oleh sahabat beliau. Sebut saja misalnya, Mush'ab bin Umair, Begitu mendengar Muhammad SAW, pemuda tampan ini meninggalkan kemewahannya. Ketika keislamannya diketahui oleh keluarganya, ibunya mogok makan agar Mush'ab iba dan kemball ke agama nenek moyang mereka. Sedangkan anggota keluarga yang lain mengancam akan mengusirnya.

Wednesday, August 28, 2013

CARA SHOLAT

Salat (Bahasa Arab: صلاة; transliterasi: Shalat), merujuk kepada ritual ibadah pemeluk agama Islam. Menurut syariat Islam, praktik salat harus sesuai dengan segala petunjuk tata cara Nabi Muhammad, sebagai figur pengejawantah perintah Allah.[1] Umat muslim diperintahkan untuk mendirikan salat, karena menurut Surah Al-'Ankabut dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar:
...dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar, dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). (Al-Ankabut: 45)

Mungkin kalau yang sudah memeluk agama Islam sejak kecil sudah diajarkan cara sholat ... nah bagi mereka yang muallaf gimana... atau ketika kecil sampai besar hanya agama islam tapi tak menjalankan syariat... Alhamdulillah sekarang melihat blog ini... mo belajar sholat... oke mari kita mulai :

1. Bediri tegak menghadap kiblat dan niat mengerjakan shalat.

Niat-niat shalat Fardhu (kalau tidak bisa memakai bahasa sendiri boleh) :
Shalat Subuh:
USHALLII FARDHASH-SHUBHI RAK'ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA'AN (MA'MUUMAN / IMAAMAN) LILLAHI TA'AALAA
artinya: Aku sengaja shalat fardhu subuh dua raka'at menghadap kiblat (menjadi makmum / imam) karena Allah

Shalat Dzuhur:
USHALLII FARDHADZ-DZUHRI ARBA'A RAKA'ATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA'AN (MA'MUUMAN / IMAAMAN) LILLAHI TA'AALAA
artinya: Aku sengaja shalat fardhu dzuhur empat raka'at menghadap kiblat (menjadi makmum / imam) karena Allah

Shalat Ashar:
USHALLII FARDHAL-'ASHRI ARBA'A RAKA'ATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA'AN (MA'MUUMAN / IMAAMAN) LILLAHI TA'AALAA
artinya: Aku sengaja shalat fardhu ashar empat raka'at menghadap kiblat (menjadi makmum / imam) karena Allah

Shalat Maghrib:
USHALLI FARDHAl-MAGHRIBI TSALAATSA RAKA'ATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA'AN (MA'MUUMAN / IMAAMAN) LILLAHI TA'AALAA
artinya: Aku sengaja shalat fardhu maghrib tiga raka'at menghadap kiblat (menjadi makmum / imam) karena Allah

Shalat 'Isya:
USHALLI FARDHAL-'ISYAA'I ARBA'A RAKA'AATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA'AN (MA'MUUMAN / IMAAMAN) LILLAHI TA'AALAA
artinya: Aku sengaja shalat fardhu 'Isya empat raka'at menghadap kiblat (menjadi makmum / imam) karena Allah

2. Mengangkat kedua belah tangan serta membaca takbiratul ihram "ALLAAHU AKBAR"

3. Kedua belah tangan di letakan (sedakep) pada dada, tangan kanan di depan tangan kiri.

4. Membaca doa iftitah

ALLAHU AKBAR KABIIRAA WAL-HAMDU LILLAAHI KATSIIRAA WA SUBHANAALLAHI BUKRATAW WA ASHIILLA.

INNII WAJJAHTU WAJHIYA LIL-LADZII FATHARASSAMAAWAATI WAL-ARDHA HANIIFAM MUSLIMAW WA MAA ANA MINAL-MUSYRIKIIN.

INNA SHALAATII WA NUSUKII WA MAHYAAYA WA MAMAATII LILLAHI RABBIL-'AALAMIIN.

LAA SYARIIKALAHU WA BI DZAALIKA UMIRTU WA ANA MINAL-MUSLIMIIN.

artinya:
"Allah Maha Besar lagi Sempurna Kebesaran-Nya, segala puji bagi-Nya dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Ku hadapkan muka hatiku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan yang lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku semata hanya untuk Allah, Tuhan seru sekalian alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan itu aku diperintahkan untuk tidak menyukutukan-Nya. Dan aku dari golongan orang muslimin.

atau boleh juga membaca doa iftitah sebagai berikut

ALLAAHUMMA BAA'ID BAINI WA BAINA KHATHAAYAAYA KAMAA BAA'ADTA BAINAL-MASYRIQI WAL-MAGHRIB.

ALLAAHUMMA NAQQINII MIN KHATHAAYAAYA KAMAA YUNAQQATS-TSAUBUL-ABYADHU MINAD-DANAS

ALLAAHUMMAGHSILNII MIN KHATHAAYAAYA BIL-MAA'I WATS-TSALJI WAL-BARAD

artinya:
Ya Allah, jauhkanlah aku daripada kesalahan dan dosa sejauh antara jarak timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari segala kesalahan dan dosa sebagaimana bersihnya kain putih dari kotoran. Ya Allah, sucikanlah kesalahanku dengan air, dan air salju yang sejuk.

5. Membaca surat Fatihah

BIMILLAAHIR-RAHMAANIR-RAHIIM.
AL-HAMDU LILLAAHI RABBIL-'AALAMIIN.
AR-RAHMAANIR-RAHIIM. MAALIKI YAUMID-DIIN.
IYYAAKA NA'BUDU WA IYYAAKA NASTA'IIN.
IHDINASH-SHIRAATHAL-MUSTAQIIM.
SHIRAATHAL-LADZIINA AN'AMTA 'ALAIHIM GHAIRIL-MAGHDHUUBI 'ALAIHIM WA LADH-DHAALLIIN.
AAMIIN.

artinya:
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam.
Yang Pengasih dan Penyayang.
Yang menguasai hari kemudian.
Hanya pada-Mu lah aku mengabdi dan kepada-Mu lah aku meminta pertolongan.
Tunjukilah kami jalan yang lurus.
Yaitu jalannya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat.
Bukan jalan mereka yang pernah Engkau murkai, atau jalannya orang-orang yang sesat.

Wednesday, July 17, 2013

BULAN RAMADHAN BULAN PENUH BERKAH

BULAN RAMADHAN BULAN PENUH BERKAH... THR adanya di bulan ini... Puasa juga... zakat juga... diakhiri dengan sholat idul fitri... Semua orang saling bersalam-salaman... ketemu saudara... seneng... nggak mikir dunia deh... ni namanya Hablum Minallaah dan Hablum Minannaas berjalan.

So kalau masuk bulan ini... nggak ada alasan susah... siapapun dirimu. Di bulan Ramadhan pula pahala dilipatgandakan... cari pahala banyak temannya... Sholat Malam juga ramai... kalau bulan lainnya paling tidur aja... wkwkkw. Di bulan ini pula ada Buka / bedug dan Sahur.... Nikmat deh rasanya...

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa....

Saturday, June 15, 2013

MADRASAH KEMATIAN

Aku dibuat tertawa oleh orang-orang yang mengharapkan dunia padahal maut mengejarnya. (Dan aku juga dibuat tertawa) oleh orang yang tertawa dengan mulut lebar, sedang dia tidak mengetahui apakah Allah SWT. ridha padanya ataukah murka?. (HR.Abu Darda, ra.)

Sebuah riwayat menyebut, Abu Darda ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW, awalnya menangis sebelum mengucapkan kalimat di atas. Tangisnya pecah mengingat masa-masa bersama Nabi dan golongannya yang kini telah pergi meninggalkan dunia. Tapi tiba-tiba ia tertawa demi melihat bagaimana banyak sekali orang yang sama sekali tak menghiraukan kematian yang pasti datang.

Tentu tertawanya bukanlah tertawa gembira melainkan tertawa getir. Sesungguhnya Abu Darda merasa heran melihat gambaran kehidupan manusia. Tampak sekali olehnya di celah-celah kehidupan yang berjalan, banyak sekali model dan macam kelalaian yang dilakukan manusia.

Sebagian besar kelalaian itu lahir dari parahnya ketamakan akan dunia. Ketamakan ini terus menjadi-jadi, membuat orang saling membunuh dan saling membenci. Orang tega membunuh untuk merebut lahan parkir, menguasai harta orang lain, atau menguasai tanah yang bukan' miliknya. Semakin banyak orang yang ridha dengan kualitas agama yang rendah tapi sangat tidak ridha dengan kehidupan dunia yang hina. Naudzubillahi...

PENERAPAN SALAT KHUSYU

Salat itu laksana seutas tatipanjang dalam galaksi. Fungsinya sebagai pijakan.penuntun, penjaga dan penguat garis orbit hingga akhir hayat. Janganpernah lepaskantali itu, karena akan berakibat terbentuknya meteor-meteor yang beterbangan tak tentu arah

mencermati untaian kata-kata ini menimbulkan suatu tanya, apakah selama ini kita tidak melalaikan salat? Tidak hanya lalai ketika dalam pelaksanaan salat itu sendiri, mulai dari takbiratul ihram hingga salam, tetapi juga melalaikan pesan-pesaa atau nilai-nilai salat dalam perilaku hidup kita

Dampak salat sedikit sekali yang membekas dalam keseharian kita. Akibamya tatanan hidup kita sebagai urnat Islam tak tentu arah.Contohnya norma dan budaya kehidupan kita yang telah lepas dari tuntunan syariah. Keadaan ini diibaratkan laksana system tata surya yang telah kacau akibat garis orbit yang tak dipatuhi benda-benda angkasa. Ini terjadi nanti ketika hari kiamat tiba. Keadaan ini mengakibatkan banyak meteor berhamburan tak tentu arah.

Friday, June 14, 2013

HINDARI RAKUS

Suatu hari, Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib berkunjung ke sebuah daerah. Disana, ia menjumpai sekelompok orang sedang asyik mendengarkan seorang pemuda budak berbicara. Sang Amirul Mukminin menaruh penasaran, ia ingin tahu apa yang mereka dengarkan. Setelah didekati, Amirul Mukminin kemudian menyuruh budak itu menghampiri dirinya. "Ada apa wahai Amirul Mukminin?" Tanya budak itu dengan penuh rendah hati. "Kamu boleh meneruskan pembicaraan kamu, jika kamu sanggup menjawab dua pertanyaan saya. Kalau tidak, jangan teruskan pembicaraan kamu di tengah orang-orang itu." Kata Sayyidina Ali sambil menunjukkan tangannya ke arah sekelompok orang-orang itu.

"Apa yang hendak Amirul Mukminin tanyakan?"balas pemuda budak itu balik bertanya. "Perkara apa yang dapat menguatkan agama, dan perkara apa pula yang dapat merusaknya?" Tanya Sayyidina Ali dengan serius. "Yang bisa menguatkan agama adalah sifat wara' dan perkara yang bisa merusak agama adalah sifat tama’ atau rakus," jawab anak muda itu singkat.

Mendengar jawaban itu, Amirul Mukminin merasa puas. la cukup terkagum dengan jawaban si pemuda itu. Kemudian, ia pun mempersilahkan pemuda budak itu meneruskan pembicaraannya di tengah kerumunan orang. Bagi Sayyidina Ali, pemuda itu memang layak berbicara di hadapan banyak orang.

Pemuda budak itu, tak lain, adalah Hasan al-Basri. la adalah tokoh sufi terkemuka di zamannya. la berpendapat, sifat rakus terhadap segala sesuatu dapat mengantarkan umat Islam pada rusaknya agama. Rakus, menurutnya, adalah sifat yang bisa menjangkiti manusia kapan saja. Sifat ini disebabkan karena seseorang tak pandai bersyukur atas apa yang dimilikinya.

Masih ingat kisah Qarun di zaman Nabi Musa? Sifat rakus telah menjangkiti Qarun dan membinasakannya. Padahal, Musa as pernah menegurriya agar tidak rakus pada kekayaan yang dimilikinya. Akibatnya, ia tenggelam bersama seluruh kekayaan yang dimilikinya. Masih ingat kisah Tsa'labah di zamanNabi Muhammad SAW? Ia semula miskin. Tapi setelah ia menjadi kaya, ia justru sernakin rakus dengan kekayaannya. Akibatnya, ia pun jatuh menjadi miskin. Tragisnya lagi, ia telah lupa pada perintah Nabi.

6 Prinsip LUQMAN HAKIM

Suatu hari Luqman Hakim ditanya oleh seseorang, "Maukah engkau diangkat oleh Allah SSWT menjadi khaIifah?"Ahli hikmah itu menjawab, "Bila Tuhan menyuruhku memilih, aku lebili suka kebebasan daripada menerima cobaan. Namun kalau Tuhaa menetapkan atas diriku, aku pun mendengar dan patuh, kalau Allah SWTmelakukan ituterhadap diriku".

Ketika ditanya lagi mengapa dia berkata begitu, Luqman pun mengemukakan alasannya. "Sesungguhnya, penguasa meski dalam keadaan paling buruk dan kritis sekalipun, ia tetap dikerumuni orang dari berbagai jurusan. Kalau nasibnya baik, rnaka untunglah dia bisa selamat. Namun sebaliknya, kalau dia keliru bertindak, dia tersesat dari jalan ke surga."

Suatu hari dia berkata kepada anaknya, "Hai anakku, lakukanlah enam prinsip yang bisa memberikan kemaslahatan dirimu, baik mengenai agamamu maupun duniamu :

Prinsip pertama, laksanakanlah kepentinganmu hingga selesai, jangan peduli orang lain dan tak usah kamu dengar perkataan dan cemoohan mereka. Sebab bagaimanapun kamu tak akan bisa membuat semua lega. Keridhaan semua orang adalah cita-cita yang tak mungkin terwujud.

Prinsip Kedua, majulah terus kalau engkau yakin program-program yang akan dilakukan itu benar.

Prinsip Ketiga, memilih tim kerja yang terbaik, "Hai anakku, janganlah kamu kirim seorang utusan yang bodoh. Bila tak ada seorang pun yang terbaik, maka jadilah kamu delegasi dari dirimu sendiri". Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW, "Jika suatu urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, tunggulah saat kehancurannya."

Thursday, June 13, 2013

ZAKAT ? YA TETAP ZAKAT !

Di penghujung Ramadhan, kita sibuk mengeioia zakat, terutama zakat fitrah. Tidak sekadar teknis pengelolaan saja yang jadi perhatian, bahkan ide-ide segar tentang perzakatan pun selalu muncul, baik bersifat normatif; inovatif bahkan sampai pada taraf menggugat kemapanan konsep zakat.

Benarkah bahwa zakat sama dengan pajak, membayar pajak diniatkan zakat. Dengan niat itu, dana paiak yang dibayarkan secara ukhrowi tidak sia-sia lagi, ia adalah sodakoh jariah, Dengan konsep pajak sebagai zakat, maka pemerintah menempati posisl administrator (amil) yang wajib kita kontro! setiap tindakannya.

Zakat menurut bahasa berarti kesuburan atau mensucikan. Syara' memakai kata ini dengan dua pengertian, mensucikan sekaligus menumbuh suburkan. Zakat rnenurut ahli fiqh ialah hak tertentu yang diwajibkan oleh Allah Swt terhadap harta kaum muslimin, diperuntukkan bagi mereka yang berhak sebagai tanda syukur atas nikmat-Nya, mendekatkan diri pada Aliah SWT, serta untuk membersihkan diri dan hartanya. • Sedangkan pajak merupakan kewajiban yang ditetapkan atas wajib pSjak, yang harus disetorkan kepada negara sesuai dengan ketentuan tanpa mendapat prestasi kembali dari negara, dan hasilnya untuk membiayai sejumlah pengeluaran umum di satu pihak dan merealisasi sebagian tujuan ekonomi, sosial, politik dan tujuan-tujuan lain negara di pihak lain.