Thursday, June 13, 2013

DHASYAT NYA HARI KIAMAT

Oleh : Ust Muhammad sholeh Lc. M Ag.

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.
(QS, Ali-Imran : 185)

Hendaklah kita meayadari, bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara. Kita hanya menumpang lewat. Dunia adalah waktu dan tempat beramal. Janganlah terpe sona oleh kehidupan dunia, sehingga mernbuatkita lalai dari hakikatnya serta melalaikan kewajiban kepada Allah SWT. yang tnenciptakan kita. Betapa banyak peringatan dari Allah SWT dan Rasul-Nya tentang hinanya kehidupan dunia.

Ingatlah, kematian pasti menjemput kita. Ingatlah peristiwa yang akan menyusulnya, saat semua manusia dikumpulkan pada satu tempat. Hendaklah kita menyadari, bagaimana keadaan kita saat ajal menjemput, saat harus meninggalkan kediaman kita, harus berpisah dengankeluarga, dan akan mcnyenditi di kubur yang sempit, hanya amal yang menjadi teman. Sudahkah kita menyiapkan amal yang . menemani kita? Ingatlah, saat kita harus berangkat meniiju akhirat yang terpampang di depan mata, sementara dunia melambaikan tangan di belakang kita.



Saat sakaratul maut, saat manusia dicabut nyawanya, ada yang dicabut nyawanya dalam keadaan baik, dan ada yang dicabut daiam keadaan sedang menzalimi diri mereka sendiri. Allah SWT. berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan 'Rabb kami ialah Allah', kemudian niereka meneguhkan pendirian rnereka, makamalaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan) 'Janganlah kamu merasa takut dan Janganlah kami merasa sedih; dan hergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang • telah dijanjikan Allah kepadamu."(QS. Fushilat:30)

Pencabutan nyawa orang shalih dilakukan dengan lembut, dan nyawa pun akan keluar dengan mudah, Setelah itu, ruh yang sudah dikeluarkan dari jasad itu diberi wewangian dari surga. Para malaikat membawa ruh itu ke hadapan Rabb-Nya. Saat itu para penghuni langit yang dilewati, semuanya memuji ruh ini dan memanggil dengan nama yang terbaik.

Ssdang orang dicabut nyawanya daiam keadaan menzalimi dirinya , maka keadaannya sebagairnaoa Allah telah menceritakan dalam Al-Quran, surat Al Anfal ayat 50, artinya: "Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkaia): Rasakan olehmu siksa neraka yang membakar." (Tentulah kamu akan merasa ngeri)," (QS.A1-Anfal:50)

"Alangkah dasyatnnya sekiranya kamu rnelihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan-tekanan sakaratul rnaut, sedang para malaikat memukul dengan tangamrya, (sambil berkata) : "Keluarkanlah nyawamu". Di hari ini kamu dibaias dengan siksaan yang menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Aliah SWT, (perkataan) yang tidak benar dan ( k a r e n a ) kamu selalu menyombongkan diri dari ayat-ayat-Nya".(QS.Al-An'ara:93)

Ingatlah saatnya nanti kita dipikut di atas pundak dan akan ditinggalkan sendiri tanpa ada yang menemam dan tanpa membawa harta. Allah SWT. berfirman: "Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri. Kami ciptakan pada mulanya, dan kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah Kami kumiakan kepadamu". (QS. Al-An'am:94)

Saat itu, yang menjadi penentu adalah amal kita dalam kehidupan. Jika amal kita baik, maka kebaikanlah yang akan kita rasakan sampai hari kiamat datang, Sebaliknya, jika amal seseorang penuh dengan catatan hitam, maka penderitaan dan kepedilian akan mendera tanpa putus. Begitulah penyesalan sudah tiada bergiuia. Karenanya, hendaklah kita menyadari sebelum terlambat.

Hendaklah kita mengingat peristiwa saat sangkakala ditiup pertama kali, sehingga semua makhluk yang ada di langit dan di btimi meninggal dunia, kecuali yang dikehendaki oleh Allah SWT.. Kemudian ditiup lag! untuk kedua kalinya, tiba-tiba semua inanusia bangkit, mulai dari manusia pertama sampai manusia terakhir. Dengan tanpa beralas kaki, tanpa busana dan dalam keadaan utuh, sebagaimana saat diciptakari, manusia seluruhnya berjalan menuju Rabb sang penguasa.

Saat itu, masing-masing sibuk dengan diri sendiri, tak ..mempunyai kesempatan untuk memperhatikan orang lain Allah SWT berfirman : "Ingatlah pada hari (ketika) "kamu melihat kegoncangan itu, lalallah semua wanita yang menyustd anaknya dari anak yang disusuinya, dan gugurlah segala kandungan wanita yang hamil, dan kamu lihat maausia dalam keadaan mabuk, padahal mereka sebenarnya tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat keras", (QS.A1-Hajj:2)

Hendaklah kita rnerenungi hari yang dasyat ini, saat selumh manusia dikumpulkan di sahi tempat untuk mempertanggung jawabkan amalnya di hadapan Allah SWT., satu hari yang nenyebabkan langit hancur berantakan, anak-anak yang baru lahir menjadi beruban. Janji Allah SWT pasti akan terlaksana. Ingatlah hari yang dinamai juga dengan hari taghabun (hari dinampakkannya kesalahan-kesalahan). Hari ini merupakan penyingkapan yang hakiki, karena pada hari itu manusia dikumpulkan sesuai dengan amal perbuatannya. Di antara manusia ada yang bertaqwa kepada Allah SWT. Dan di antara manusia ada yang penuh berlumur dosa. Mereka akan digiring menuju neraka jahanam dalam menahan haus yang rnenyiksa. Panas api neraka menipu pandangan mereka, tergambar di pelupuk mata bahwa mereka dibawa menuju air yang akan menghilangkan rasa haus, tetapi kenyataan berkata lain. Yang ditemuinya teryata api yang menyala menunggu kedatangan mereka.

Allah SWT. menggambarkan kepada kita tentang dasyatnya hari itu dalam banyak ayat, salah satunya adalah : "Dan pada hari terjadinya kiamat, di hari itu mereka (manusia) bergolong-golongan. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal salih, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira. Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (Al-Quran) serta (mendustakan) menemui hari akhirat, maka mereka tetap berada di dalam siksaan (neraka)

Itulah gambaran tentang hari kiamat yang pasti akan kita aiami. Maka hendaknya kita berlomba untuk melakukan amal akhirat. Senantiasa berdoa, semoga Allah menerima amal kita, semoga Allah meniberikan kebaikan di dunia dan akhirat. Janganlah sekali-kali kita menjual akhirat dengan dunia yang singkat ini. Barang siapa yang menukar akhirat dengan dunia, maka dia pasti akan menyesal dan akan merasakan

No comments: